Bukan Untuk Dimengerti….

Dimalam hari yang dingin dan sunyi kududuk sendiri dibangku taman, menatap keatas kulihat langit, bintang dan bulan sangat indah. Kuhisap rokok dalam2 dan kehembuskan, kuulangi lagi hingga rokok itu habis, tak terasa 5 batang rokok sudah kuhabiskan. Kulihat jam di tangan sudah menunjukan jam 9 malam….kulihat sekeliling tidak ada seorangpun yang terlihat, hari ini adalah hari kamis pantas saja orang2 tidak seramai hari jumat dan sabtu. Tak terasa 1 jam sudah kududuk ditaman namun ku masih tidak beranjak juga, selain menghisap rokok sesekali kulihat BB tapi tidak ada juga kabar.

Jam 9:30 ada seseorang menghampiri dan duduk disampingku, dia berkata :”Maaf ya…terlambat”….”Ga pa2…” kujawab dengan senyum…”Udah lama ya nunggunya?” lalu ku jawab : “Ga juga, baru 1,5 jam”…”Wah..lama juga ya, maaf ya. Soalnya tadi tau2 disuruh ngerjain kerjaan yang harusnya buat manager eh…malah dikasih ke aku”…”Iya, ga apa2..” Wanita itu adalah Nita, dia adalah kekasihku, sudah 1 tahun ini kami berhubungan, walaupun belum ada komitmen jelas untuk hubungan yang dijalani ini tapi kami sama2 tau bahwa kami berdua saling menyayangi.

“Kita makan aja yuk, laper nih. Eh…kmu dah makan blm?” Lila menjawab : “Belum juga, tadi mau makan tapi inget mlm ini kan janjian ma kmu jd ya mending makan malem bareng aja”…Nita : “Enaknya makan apa ya, punya ide ga?”….Lila : “Hm…apa ya, klo mie aceh ditempat biasa gmn?”…Nita : “Boleh tuh…ya udah, kita makan mie aceh aja”….Akhirnya Lila dan Nita beranjak dari tempat duduknya dah berjalan ke area parkir motor…mereka berboncengan ke warung mie aceh yang ga terlalu jauh dari taman.

“Bang, mie gorengnya 2 ya, minumnya teh tawar 2” Lila memesan ke penjual….”Iya mas”…Sembari menunggu pesananya datang Lila dan Nita mengobrol, “Kmu kenapa sih, lagi ada masalah ya, mukanya ditekuk gitu” Nita mengawali pembicaraan…Lila : “Ga pa2 kok”…Nita : “Kalau ada masalah cerita aja, siapa tau aku bisa bantu, jangan dipendem sendiri gitu”…Lila : “Ga pa2….”…Nita : “Ga pa2nya kok gitu banget, kmu pasti bohong, pasti lagi ada masalah ya…atau aku punya salah ya…”…Lila : “Tadi pagi aku tuh cuma nanyain kabar aja, khawatir aja soalnya semalem kan kmu sakit, maksudnya cuma pengen tau dah sembuh atau masih sakit…tapi kmu jawabnya cetus gitu, ya udah jadi males deh..”…Nita : “Oh…jadi masalah itu, tadi pagi aku cuma becanda, ga serius…” … Lila : “Aku kan ga tau klo kmu becanda….”…Nita : “Ya udah, aku minta maaf ya, klo mang gara2 kata2ku tadi pagi kmu jadi marah”…Lila : “Iya udah, ga pa2…besok juga dah biasa lagi. “…. Setelah semua dibicarakan, akhirnya suasana jadi ceria, tertawa dan lebih hidup lagi. Semua telah dibicarakan dan menemukan pokok permasalahannya, sudah ga ada lagi yang ganjel dihati Lila maupun Nita.

Setelah selesai makan mie aceh, mereka berboncengan kembali mengarah ke rumah Nita. Sepanjang perjalanan Nita selalu memeluk erat Lila, seakan sudah lama tidak bertemu dengan lirih Nita berkata : “Aku kangen deh….”…Lila : “Kangen…baru juga kemaren ketemu, masa dah kangen lagi…”…Nita : “Mang ga boleh ya, klo kangen tiap hari…” … Lila : “Ya boleh2 aja sih….” Tak terasa sudah didepan rumah Nita, mesin motor dimatikan dan mereka berdua turun…namun karena sudah larut, Lila langsung pulang. Lila : “Aku langsung pulang aja ya, ga enak klo masuk dulu dah malem”…Nita : “Iya…lagian, besok kmu masuk masuk pagi juga kan…” Lila : “Iya, besok ada acara pagi2 di kantor, jadi harus berangkat lebih pagi lagi….”…Nita : “Ya..udah, ati2 dijalan ya…”

Hari Jumat, jam 5:30 pagi Lila sudah siap untuk berangkat ke kantor karena memang hari ini ada acara. Sesampai dikantor Lila tak lupa menanyakan salam ke Nita : “Gimana kabarnya pagi ini, udah sampe kantor blm?”….Nita : “Tumben nanya2….”…Lila : “Kok gitu, cuma nanya aja kok”…Nita : “Kayak dokter aja nanya2….”…Lila : “Ok, aku ga nanya2 lagi deh, sorry klo aku salah…”…dengan perasaan kecewa Lila mengakhiri pembicaraan itu…sempat terpikir dibenaknya, trus apa gunanya semalem ngobrol ngalor-ngidul, mencari solusi dari masalah yang hampir sama….pagi ini kamu mengulanginya lagi…..

Iklan
Kategori:Tahu Campur

Tiga Sahabat vs Tetangga Baru

Berawal dari pertemanan 3 orang pemuda dan pemudi yang sudah lama terlajin, sedari kecil Gani, Manda dan Tini sudah sering bermain bersama karena memang mereka rumahnya berdekatan. Hari-hari mereka lalu seperti kebanyakn anak-anak seusianya, dihiasi dengan keceriaan, tertawa bersama, bermain dan terkadang mereka menginap bersama.Ā Saat ini mereka sudah menginjak SMP, diawali dengan berangkat sekolah bersama hingga pulang bersama, hampir tidak ada perbedaan dari waktu ke waktu, persahabatan mereka berlanjut.

Pada hari senin yang mendung, seperti hari-hari sebelumnya mereka pulang dari sekolah bersama dengan berjalan kaki karena memang jarak antara sekolah dengan rumah tidak terlalu jauh. Baru saja sampai di gapura gang Gani melihat di depan rumah melihat ada kemaraian, lalu gani berkata : “Eh…itu ada apa ya, kok ada rame2 di depan rumah gw”…Tini : “Oh..iya, ada apa ya, kok ada truk yang parkir juga sih”….Manda : “Buruan yuk….”…jalannya mereka pun dipercepat karena penasaran dengan keramaian itu. Setelah mereka sampai di rumah Gani dan duduk di teras “Oh…itu sih ada orang baru pindah Gan” Manda berbicara, lalu Gani berkata : “Kita bantuin yuk, ngangkat2 barangnya?”…Tini : “Ga mau ah, capek banget gw, lagian udah banyak orang juga tuh yang bantuin”.. dan memang yang punya rumah membawa sodaranya untuk membantu pindahan.

Hari selasa pagi jam 6 Tini dan Manda sudah ada di depan rumah Gani, “Gan, ayo berangkat ntar kesiangan lagi” teriak Manda…Gani lalu keluar “Bentar ya, nungguin nyokap lagi bungkus makanan buat kita makan siang nanti :D”…”Wah…asyik tuh, nyokap lo masak apa Gan?” Tini bertanya…”Biasa telor cornet..” Gani menjawab. Lalu tidak lama ibunya Gani keluar dan memberikan 3 box nasi lengkap dengan telor cornetnya….”Makasih Tan…” Manda dan Tini bersamaan… Gani : “Yuk ah, kita jalan. Gani berangkat dulu ya Ma” sambil mencium tangan Mama.. tidak lupa Manda dan Tini juga bersalaman serasa berkata “Kami berangkat dulu ya Tan…” Mama Gani pun menjawab “Kalian hati-hati di jalan ya..” Mereka bertiga pun berjalan keluar dari halaman rumah Gani dan ternyata tetangga baru sedang bermain di halaman dengan anjing…”Wih…lucu juga tuh anjingnya, nurut banget lagi, coba deh liat” Tini berkata sambil menunjukan telunjuknya ke arah tetangga baru dan Gani pun menjawab “Bener banget, pasti dari kecil tuh ngurus anjingnya, bisa sampe nurut gitu”…”Udah, buruan jalannya ntar kita telah lagi masuk kelas. Nanti aja pulang sekolah kita mampir sekalian kenalan ma tetangga baru” Mandapun menggerutu dan menarik tangan Tini dan Gani.

Sesuai dengan rencana sebelumnya setelah pulang sekolah mereka mampir ke rumah tetangga baru, mereka mendapatkan sambutan dari tuan rumah. “Silakan masuk…kalian baru pulang sekolah ya?” tuan rumah itu membuka pembicaraan…Gani pun menjawab : “Iya tan, kami baru pulang sekolah. Tadi waktu berangkat sekolah kami sempet ngeliat Tante lagi maen sama anjing, lucu banget ya Tan?”…Tuan Rumah : “Oh…itu si Doggy, iya dia selain lucu juga nurut banget, maklum dulu Tante ngurus di dari umur 2 bulan, jadi dah deket banget”… “Pantes aja dari 2 bulan, makanya bisa nurut gitu ya Tan” Manda pun menyimpulkan.. “Kalian mau maen dengan Doggy?” tanya Tuan Rumah…serentar Gani, Manda dan Tini menjawab : “Mau Tan…mau banget”..Tuan Rumah : “Ya udah, kita maennya dihalaman belakang aja ya, sekalian kita kasih makan ya…” Tanpa menunggu lama Gani, Manda dan Tini mengikuti Tante ke halaman belakang….melihat tuannya datang Doggy langsung menyapa dengan gonggongan. Tuan Rumah : “Anak2, tolong itu makananya diambil dilemari” sembari mengarahkan telunjuknya ke lemari disebelah kandang Doggy, gani pun dengan sigap mengambil makanan Doggy, Gani : “Ini ya Tan?” Tuan Rumah : “Iya, betul yang itu. Kamu tuangin aja ke tempat makanan yg hitam itu”. Setelah Doggy selesai makan, dia bermain dengan Gani, Manda dan Tini. Tuang Rumah : “Wah…kayaknya Doggy suka sama kalian nih, jarang2 dia bisa langsung akrab dengan orang baru”… Karena hari sudah sore, akhirnya Gani, Manda dan Tini pamitan ke Tante….

Akhirnya mereka punya rutinitas baru, setiap sore mereka bermain dengan Doggy di halaman depan, kadang Doggy dibawa ke halaman rumah Gani. Pada hari minggu pagi Gani, Manda dan Tini berencana untuk bermain ke Taman di komplek, setiap hari minggu pagi memang selalu ramai dikunjungi orang komplek untuk berolah raga, banyak juga penjual sarapan dan makanan kecil. Manda mempunyai ide “Kita ajak Doggy ke Taman yuk besok pagi?”….Tini : “Hm…ide bagus tuh, tapi boleh ga ya ma Tante”…Gani : “Ya udah, besok aku minta ijin ke Tante deh, biasanya kan pagi2 Doggy diajak maen di halaman depan”… Pada hari minggu jam 6 Manda dan Tini ke rumah Gani untuk jalan ke Taman Komplek, ternyata Gani tidak ada di rumah dan terdengar teriakan : “Manda, Tini….aku disini”…bersamaan Manda dan Tini menoleh ke arah suara itu…”Eh…ternyata kamu disitu” Tini menyapa….Gani : “Iya nih, abis jemput Doggy, aku dah minta ijin ke Tante untuk bawa Doggy ke Taman”…Manda : “Wah…asyik, akhirnya Doggy bisa ikut juga, ya udah kita jalan yuk ntar keburu siang”…Akhirnya mereka bertiga berjalan kaki ke Taman ditemani Doggy dan bersenang2…..

Kategori:Tahu Campur

Teman dan Bisnis

16 Februari 2013 4 komentar

puisi-sahabatMalam ini ada teman kuliah telp, katanya sih mau konsultasi… hadeuh, macam pakar saja awak ni šŸ˜¦ Yana adalah salah satu teman kuliat D3 ku di AMIK Proactive Yogyakarta 13 tahun yang lalu, tak terasa sudah selama itu dan kami masih tetap berteman dan silaturahmi tetap terjaga. Kampus yang dulu bermasalah yang mengakibatkan semua mahasiswa protes ke Diknas karena pengurus yayasan yang tidak pro mahasiswa dan terjadilah tragedi premanisme, dimana mahasiswa dikejar dan saling serang dengan preman…waduh, kenapa jadi kesitu ya ceritanya x_x

Tapi dari kejadian 13 tahun yang lalu itu, ada hikmah yang dapat kami ambil yaitu kedekatan antar alumni menjadi lebih kuat, hingga saat ini pun silaturahmi tetap terjalin dan solidaritas antar alumni masih terjaga.

Kembali ke laptop…..jadi dari pembicaraan yang panjang dengan Yana, dia konsultasi masalah project yang mau diambil tapi masih ada keraguan antara diambil atau tidak, karena project ini bertentangan dengan keyakinan dia. Dari cerita dia, aku hanya kasih saran, jika memang bimbang mending ga usah diambil karena takutnya klo diambil juga nanti setengah hati ngerjainnya.

Setelah sesi konsultasi selesai, akhirnya berlanjut ke sesi curhat masalah wirausaha. Aku membuka pembicaraan dengan “Oh..iya Pak, punya ide usaha ga? Jadi ada teman yang bingung mau muterin uang 50 – 100 jt, dia punya uang tapi belum punya ide usahanya”…Yana : “Jadi gini Pak, aku ma teman lagi ada ide mau buka usaha distributor ikan laut konsumsi. Aku sih dah punya kenalan untuk distributornya di Cilacap. Jadi sekarang ini dia langsung distribusi ikannya ke restoran2. Nah aku punya ide sama temen untuk jadi distributornya untuk daerah DIY”….”Distributor kan dah ada, trus untuk pasarnya gmn, dah ada belum Pak?” aku tanya begitu….dan Yana menjawab “Ikan2 itu bisa kita masukan ke restoran2 seafood Pak, bisa juga ke restoran2 jepang”…ku jawab “wah….bagus itu Pak, gini aja deh, coba bikin proposal lengkap dengan itunganya nanti coba aku ajukan ke temen, siapa tau dia mau invest uangnya di usaha ini”…lalu Yana : ” Siap Pak, nanti aku ngobrol dulu sama temen dan coba bikin proposalnya”…

Dari kutipan pembicaraan diatas ada sedikit yang bisa disimpulkan bahwa dalam wirausaha ada 3 jenis orang :

1. Orang yang punya banyak ide namun tidak mempunyai modal materi

2. Orang yang punya modal materi tapi tidak punya ide usaha

3. Orang yang tidak punya modal materi dan ide usaha tapi punya banyak teman

Banyak orang yang masih beranggapan bahwa modal utama untuk membuka usaha adalah uang, sebenarnya hal itu tidak selalu benar tapi tidak salah juga. Tapi apakah kalian pernah berfikir wahai orang2 yang mempunyai banyak ide usaha, bahwa diluar sana ada juga orang2 yang banyak uang dan mereka bingung karena tidak mempunyai ide untuk usaha. Jadi sebaiknya dari sekarang mulailah rubah pemikiran bahwa modal utama usaha itu adalah uang, justru sebetulnya modal yang mahal dan utama itu adalah ide usaha karena tidak semua orang bisa mendapatkan dan bisa memikirkan ide usaha itu.

Jadi tetaplah asah otak, pikirkan, ungkapkan dan realisasikan ide usaha yang ada. Jangan hanya karena kondisi ekonomi yang kurang mengakibatkan ide2 cemerlangmu terkubur…tetap semangat kawan…

Pasang “Air”

Stasiun Tugu Yogyakarta

Stasiun Tugu Yogyakarta Pasang

Rabu, 06 Februari 2013, aku di Stasiun Tugu Yogyakarta untuk pulang ke Jakarta naik kereta Senja Utama Yogyakarta 18:30. Hujan turun sangat deras pada malam itu dimulai sejak 17:45, karena aku diantar naik motor jadi ya lumayan basah-basahan walaupun sudah pake jas hujan.

Sesampainya di Stasiun terdengar kumandang Adzan Maghrib dari Masjid di Stasiun, kulihat jam ditangan masih menunjukan jam 18:10, dalam hati kuberkata masih lama keretanya. Kulangkagkan kaki menuju masjid dan mengambil wudhu Ā lalu sholat berjamaah.

Setelah selesai sholat terdengar panggilan petugas stasiun memberitahu bahwa kereta Senja Utama Yogyakarta sudah tersedia di jalur 5, ku ambil tas dan berjalan menuju kereta. Di gerbong bisnis 6 no 10D tempat duduku, kusimpan tas dan air mineral, kulihat masih kurang 5 menit kuputuskan untuk keluar dulu untuk membakar rokok. Hujan masih deras dan aku menghabiskan rokok di smoking area sebelah barat, saking derasnya hujan malam itu tanpa terasa air menutupi mata kakiku.

Smoking Area Stasiun Tugu Yogyakarta

Smoking Area Stasiun Tugu Yogyakarta

Sempat kulihat beberapa status rekan kerja di BB mereka menuliskan “Banjir lagi….”, “Macet…”, “Ga bisa pulang…”, “Masih dikantor…”, dan masih banyak lagi status lainnya yang menggambarkan kondisi saat itu di Jakarta, ternyata Jakarta banjir lagi. Setelah sebelumnya sempat banjir dan aku salah satu korbannya, walaupun tak separah warga jakarta yang lain tapi didepan rumah air sudah pasang sampai dengkul kaki dan aku juga membersihkan lantai rumah yang terkena air rembes dari lantai rumah.

Dalam hatiku sempat terpikir, ternyata tidak hanya di Jakarta saja yang banjir di Yogyakarta juga airnya pasang. Kalau di Jakarta mungkin memang sudah langganan banjir tapi ini di Yogyakarta yang mana masih banyak area serapan air dan tidak sepadat Jakarta, apalagi ini di Stasiun Tugu yang merupakan icon Yogyakarta x_x

Memang terakhir aku tinggal di Yogyakarta Stasiun Tugu tidak seperti sekarang ini, 6 tahun sudah aku tinggal di Jakarta banyak sekali perubahan yang telah dilakukan dan memang lebih bagus, teratur dan nyaman. Tapi kenapa tidak terpikirkan untuk menyisakan sedikit lahan untuk air atau jalur pembuangan air, supaya tidak pasang ke ruang publik.

Kepada para arsitektur yang akan atau sedang membangun tolong beri air ruang untuk bahwa mereka juga butuh jalan menuju ke muara, janganlah kau tutup jalan mereka dan dipersulit karena jika mereka murka kita semua yang akan jadi korban.

Teguran yang menyembuhkan

Ada dua orang sejoli yang sedang dilanda cinta, walaupun pertemuan mereka terbilang singkat namun tidak dengan rasa sayang mereka. Diawali dengan saling mengagumi satu sama lain dan saling bertukar PIN BB, akhirnya pembicaraanpun berlanjut walaupun mereka terpisahkan oleh jarak yang cukup jauh, Ida di surabaya sedangkan Andi di Jakarta.

Pada saat pertemuan terakhir mereka karena Andi harus pulang ke Jakarta, ada perasaan yang tidak biasa di hati Andi. Perasaan tak ingin pergi dan meninggalkan Ida. Namun liburan telah selesai dan Andi harus pulang untuk kerja. Di pintu airport Andi hanya dapat menatap Ida dan berkata : “Aku akan selalu memikirkanmu dan kebersamaan kita ini” lalu tanganpun melambai menandakan bahwa mereka harus berpisah. Ida melepas Andi dengan senyuman seraya berkata : “Hati-hati ya Mas, jangan lupa kabarin kalau dah sampe”, Andi : “Iya, kamu juga hati-hati pulangnya ya”.

Tak terasa akhirnya sampai juga di Bandara Soeta, BB Andi nyalakan lalu BBM ke Ida : “Aku dah sampe, skrg lagi nunggu Darmi”, Ida : “Syukur deh Mas, hati-hati ya pulangnya”. Akhirnya bis yang ditunggupun datang, Andi pun naik dan duduk di belakang supir. Sepanjang perjalan Andi masih membayangkan wajah Ida yang cantik berambut panjang, membayangkan kebersamaan mereka selama 3 hari, serasa indah sekali 3 hari dilewatkan bersama Ida.

Setiap pulang kerja Andi tak pernah melawatkan untuk sekedar BBM dan telp Ida, walaupun hanya menanyakan kabar dan sedang apa. Namun perhatian itu yang membuat Ida semakin sayang kepada Andi dan begitu juga sebaliknya.

Satu bulan sudah hubungan mereka berjalan dan ritual BBM dan telp tidak pernah lupa mereka lakukan. Namun alangkah kagetnya Andi saat menerima BBM dariĀ Ida : “Mas, aku belum haid. Sekarang kan dah akhir bulan, jadi harusnya dah keluar, tapi kok belum juga ya?”, Andi : “Mungkin karena kamu kecapekan kerja aja makanya ga lancar” walaupun sebenarnya Andi langsung ketakutan. Ida : “Mungkin juga sih mas, ya udahlah Mas, mungkin besok dah keluar”

Seminggu sudah berlalu, namun yang ditunggu belum datang juga, Ida pun khawatir dengan apa yang terjadi. Ida : “Mas, sekarang sudah awal bulan tapi kok belum keluar juga ya?”, Andi : “Hm…gitu ya, mending coba kamu beli alat tes kehamilan, biar semuanya jelas” dengan tangan gemetar Andi membalas BBM Ida. Ida : “Aku coba beli deh Mas, besok abis pulang kerja coba aku mampir apotek”, Andi : “Iya gitu aja, tetep kabarin ya”, Ida : “Iya Mas”.

Pada keesokan harinya setelah pulang kerja Ida mampir ke Apotek lalu membeli alat tes kehamilan seperti yang disarankan Andi. Setelah bangun pagi Ida langsung malakukan tes pada air seninya, betapa kagetnya Ida saat melihat garis merah yang muncul pada alat tes itu, alat tes itu menunjukan 2 garis merah. Seraya menangis Ida BBM Andi : “Mas, hasilnya positif”, Andi : “Positif……masa sih”, Ida : “Iya Mas, positif. Aku harus gimana Mas?, Andi : “Tenang…tenang, ga usah panik. Pasti ada jalan keluarnya”, Ida : “Iya Mas, tapi aku bingung…”, Andi : “Ya udah, sekarang kan dah jam 7, mending kamu siap-siap berangkat kerja, nanti aku coba cari jalan keluarnya ya”, Ida : “Iya Mas, aku mandi dulu ya”, Andi : “Iya, kmu yang sabar dan tetep kuat ya”, Ida : “Iya Mas”.

Akhirnya Ida berangkat kerja dan mencoba untuk tidak memikirkan masalah yang sedang dia alami saat ini, Andi pun demikian dia memulai rutinitas hari itu dan mencoba untuk tetap normal walaupun sebenernya masih bingung dengan solusi apa yang harus diambil untuk masalah yang dia alami.

Sebulan berlalu dari semenjak Ida melakukan tes kehamilan dan mereka berdua belum juga mendapatkan jalan keluar karena beberapa alasan masing-masing yang tidak memungkinkan mereka berdua untuk melanjutkan hubunganya ke jenjang pernikahan. Mereka berdua hanya berdoa dan memohon kepada Sang Pencipta untuk diberikan pentunjuk dan jalan yang terbaik bagi mereka berdua. Pada setiap habis sholat Andi tak pernah lupa selalu menyisipkan doa memohon petunjuk jalan yang terbaik untuk masalahnya ini, begitu juga dengan Ida.

Tak terasa usia kandungan sudah menginjak 1,5 bulan, Ida mulai merasakan ngidam dan pinggangnya sering sakit. Jika saat itu datang Ida tidak bisa malakukan kegiatan apapun, dia harus istirahat sebentar sampai sakit itu pergi lalu melanjutkan kergiatannya kembali. Pada hari kamis malam, Ida berdoa memohon petunjuk : “Ya Allah, hamba mohon maaf atas apa yang telah hamba lakukan yang mengakibatkan seperti ini. Tapi hamba mohon beri hamba petunjuk apa yang harus hamba lakukan. Hamba yakin semua ini adalah kehendak-Mu dan hamba juga percaya bahwa kehendak-Mu adalah yang terbaik bagi hamba. Jadi berilah hamba petunjuk ya Allah, amien…” Ida menangis mengucapkan doa tersebut, air mata tak dapat terbendung lagi. Ida sangat menyesali apa yang telah dia lakukan bersama Andi. Setelah selesai berdoa, Ida merebahkan tubuhnya di kasur dan tidak lupa tetap memikirkan jalan keluar yang terbaik bagi mereka bertiga dan akhirnya Ida pun tertidur.

Disaat tidur itu Ida bermimpi ada seorang wanita berpakaian serba hitam dan bercadar yang terlihat dari wanita itu hanya bola mata yang menatap Ida dengan tajam. Ida hanya terdiam tak berkata apapun sambil ketakutan, akhirnya wanita bercadar hitam itu berkata : “Aku akan mengambil masalah kamu tapi kamu harus berjanji setelah semua ini selesai kamu harus berhijab”, setelah berkata itu tangan wanita itupun memegang perut Ida dan seperti menggenggam sesuatu dari dalam perut Ida dan mengambilnya, dengan tatapan mata yang tajam dan tangan kanan menggenggam wanita itupun pergi. Ida kaget dan terbangun dan menceritakan mimpi semalam ke Andi, lalu Andi menyarankan untuk melakukan tes lagi. Tidak menunggu waktu lama Ida melakukan tes lagi dan hasilnya negatif…Ida langsung melakukan sujud syukur, memanjatkan syukur kepada Allah, mungkin mimpi itu adalah petunjuk yang selama ini dicari. Namun semua itu ada syaratnya, Ida harus berhijab karena semua masalah telah selesai seperti apa yang dikatakan wanita bercadar dalam mimpinya.

Keesokan harinya Ida berkerja dengan berhijab, walaupun belum sempurna namun Ida tetap berusaha untuk menjadi sempurna. Teman-teman kantor Ida sangat kaget dengan penampilan baru Ida dan semua sangat senang karena Ida telah berubah.

Tetap berhijablah Ida, jangan pernah dilepas lagi dan jangan pernah kembali lagi ke masa lalu. Memang tidak mudah dan berat untuk memulai sesuatu yang baru tapi yakinlah semua adalah yang terbaik untukmu.

teguran

Tidak semua orang bisa menentukan pilihan yang benar jika bertemu persimpangan, terkadang timbul keraguan untuk memilih jalan mana yang harus ditempuh, seakan semua jalan sama pada awalnya. Namun kita tetap harus melanjutkan perjalanan karena dunia ini terus berputar. Dikarenakan salah memilih jalan ada juga yang harus melalui hal buruk terlebih dahulu dan pada perimpangan berikutnya baru dia tersadar bahwa jalan yang tadi adalah salah…

hm……………

Permasalahan datang silih berganti seakan tiada ujungnya

Apakah memang ini perjalanan hidup atau karena apa yang ku perbuat dimasa lalu

Kebahagiaan seakan menjadi barang mewah yang tak mampu ku beli

Ketenangan menjadi barang langka yang tak kuat ku cari

Waktu terus berjalan namun dia tak kunjung datang

Hari terus berganti tapi dia tak ingin tinggal

Berusaha tuk mejadi bagian dari kegelisahan tanpa ku peduli akhirnya

Berangkat dari kepedulian tuk berbagi hingga mereka tersenyum

Kemana mereka semua disaat diri teriak

Dimana kalian sewaktu hati berontak

Dia, kamu, mereka, kalian….sama saja

Kategori:Tahu Campur

Kakek Pengisi Korek Api Gas

13 Januari 2013 2 komentar

Kakek Pengisi Gas Korek Api 2Korek api mungkin adalah salah satu alat wajib yang harus selalu ada di saku untuk perokok seperti aku…waktu itu korek api ku gas nya abis dan kulihat ada penjual jasa pengisian korek api gas di samping kantor POS bantul….

Setelah kuhampiri penjual itu kulihat dia sedang asyik mengotak-atik korek gas pelangganya yang sedang menunggu dengan sabarnya. Korek api seharga 3000 itu selesai diisi dengan gas sampai penuh namun ketika dicoba dinyalakan apinya tidak nyala juga dengan sabar dia bongkar lagi korek itu dan mengeluarkan keterampilannya lalu dicoba lagi dan api pun menyala tapi sangat besar, sentak semua kaget termasuk aku yang sedang jongkok di depannya…”Ups…gede banget (besar sekali)…”ujar sang penjual…

Tanpan menyerah dia bongkar lagi sampai kurang lebih 3 kali otak-atik barulah api dapat menyala normal…”Sampun niki bu (Sudah ini bu)….” sang penjual berkata, pelanggan pun bertanya “Pinten Pak?”…”1000 mawon bu…”

Akhirnya korek api ku pun mendapatkan giliran untuk diisi gas, dia memutar-mutar korek api ku sambil mencari lobang pengisian gas…”Niki nggih mas (ini ya mas)….” kujawab “Nggih pak..” lalu dia pun mengisikan gas ke korek …setelah dirasa cukup dia mencoba menyalakan api tapi api belum bisa nyala, dia coba memutar-mutar settingan korek dan mencoba lagi namun api belum bisa nyala juga.

Lalu dia putar-putar lagi korek apinya, ntah apa yang dicari…lalu dia ambil korek nya dan dinyalakan lalu menekan tombol gas di koreku, api pun menyala…lalu berkata “Wah..koyoke magnete mas (wah..kayaknya magnetnya mas)…. genine ra gelem murup kie (apinya ga mau nyala nih)…” karena memang koreku agak berbeda dengan korek pelanggan sebelumnya maka kuputuskan “nggih sampun Pak (ya sudah Pak)…….nek mboten saget (klo ga bisa)….” akhirnya kukeluarkan uang didompet dan kuberikan 2000….dia berkata “1000 mawon mas (1000 aja mas)….” sambil berdiri kujawab “pun mboten nopo2 pak (sudah ga apa2 Pak)….”

Sembari kuberjalan memikirkan tentang Penjual Jawa Korek Api Gas itu…kulihat dengan usia yang sudah sepuh tapi beliau masih bekerja sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya, beliau tidak menyerah dengan kondisi dan usia yang ada. Selain menjual jasa isi korek beliau juga menjual rokok seadanya.

Terima kasih Kakek, engkau telah memberikan pelajaran bahwa hidup ini adalah perjuangan tiada akhir, ku berharap seusiamu kelak, aku masih kuat untuk tidak berpangku kepada anak-anak dan saudara, amin.

Kategori:Tahu Campur
Iman's Blog

Membangun setitik harapan ...

Sunda

Blog Pribadi Andri Kurniawan

mifka weblog

Sekedar Catatan

Agesta Collections

Cintai, Budayakan & Perkenalkan Budaya Nusantara